Kay Ai

There are no facts, only interpretations - Friedrich Nietzsche

Soneta Munajat Cinta

Tinggalkan buah fikiran anda

soneta munajat cinta
Soneta Munajat
Soneta I (Bicara Hati 1)
Ketemukan dahi dengan sejadah,
Dalam sujud aku penuh berserah,
Pujian hanya pada Rabbulizzah,
kerdilnya hamba, insan yang lemah.
Kupanjatkan doa pada Yang Esa,
Sepenuh hati kusampaikan bicara,
Dalam doa mengharap cinta,
tulus kekal abadi selamanya.
Aku resah dalam kesah,
doa mungkin dijawab entah,
kerana aku abdi yang leka,
Saban masa melakukan salah
mustahil cinta kuharap indah,
andai hati dicemari lara.
Soneta II (Bicara Hati 2)
Sendiri, dalam kepekatan malam,
Munajatku mengetuk pintu-Mu,
Sepi,menangis ingatan dosa semalam
nista terkutuk pohon ma’firat Yang Satu.
Sendiri, dikurung penjara resah,
Besi-besi syaitan yang mengurung jiwa,
Kubiarkan diri ke pelukan-Mu berserah,
membebaskan hati yang kagen cinta.
lara sirna dirayu suluhan pelita,
petunjuk Al-Khaliq yang mencipta,
mendaki puncak Cinta Yang Kuasa.
kuakui ranjau penuh gelora,
aku pengembara papa-kedana,
miskin mengemis cinta Maha Esa!
khairil idham ismail
0122 moscow russia
may 20, 2008
jamadilawal 14,1429
Next PostCatatan Terbaru Previous PostCatatan Lama Laman utama

0 ulasan:

Catat Ulasan